KATA PENGANTAR
Segala
Puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan
taufik dan hidayah-Nya jualah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
“UNSUR DAN PRINSIP SENI”,
tidak lupa shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi besar
Muhammad SAW, beserta keluarga,sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Dengan
ini penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Dra.
Hj. Ike Hananik, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Landasan Pendidikan
2. Teman-teman
yang terlibat dalam pembuatan Makalah ini.
Dan
kami menyadari dalam penyusunan dan pengetikan makalah ini mungkin banyak
kekeliruan. Oleh karena itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman agar makalah ini bisa menjadi lebih baik. Semoga makalh ini bermanfaat bagi kita
semua.Amin.
Banjarbaru, Pebruari 2013
Penyusun
Kelompok 5
DAFTAR ISI
Halaman
Kata
Pengantar..................................................................................................... i
Daftar
Isi............................................................................................................. ii
Bab
I Pendahuluan.............................................................................................
1
A. Latar
Belakang...................................................................................
1
B. Rumusan
Masalah..............................................................................
1
1. Sebutkan apa saja
unsur-unsur seni rupa....................................... 1
2. Jelaskan
unsur-unsur seni rupa...................................................... 1
3. Sebutkan apa saja
prinsip-prinsip seni rupa................................... 1
4. Jelaskan
prinsip-prinsip seni rupa.................................................. 1
Bab
II Pembahasan............................................................................................
2
A. Unsur-unsur Seni
Rupa......................................................................
2
1. Titik................................................................................................. 2
2. Garis................................................................................................ 2
3. Bidang............................................................................................ 3
4. Bentuk............................................................................................ 4
5. Ruang.............................................................................................. 5
6. Warna.............................................................................................. 6
7. Tekstur............................................................................................ 8
8. Gelap Terang................................................................................... 9
B. Prinsip-prinsip
Seni Rupa.................................................................. 10
1. Kesatuan (unity)........................................................................... 10
2. Keselarasan (harmony).................................................................. 11
3. Irama (ritm)................................................................................... 11
4. Proporsi......................................................................................... 12
5. Keseimbangan (balance)............................................................... 13
6. Emphasis....................................................................................... 14
Bab
III Penutup...............................................................................................
16
A. Kesimpulan......................................................................................
16
B.
Saran................................................................................................
16
Daftar
Pustaka..................................................................................................
17
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada
umumnya suatu karya seni rupa merupakan hasil dari suatu pengaturan/penyusunan
yang dibuat secara sadar atau disengaja. Yang disusun adalah unsur-unsur seni,
sedang untuk mengatur unsur-unsur seni tersebut diperlukan
pertimbangan-pertimbangan prinsip seni. Prinsip-prinsip seni ini nanti akan
mewujudkan efek-efek nilai artistik dari yang sudah direncanakan, baik yang
bertujuan intelektual, emosional maupun kombinasi keduanya atau disebut
intuisi.
Meyers
(dalam Handrawati, 1976) mengatakan bahwa seniman besar secara umum
mempergunakan prinsip-prinsip seni ini secara otomatis tanpa memikirkan apa
yang sebenarnya sedang ia perbuat. Konsep atau pola perencanaannya telah
sedemikian meresap ke dalam hakiki dirinya (fisik dan mental) sehingga
tangannya bergerak otomatis mengikuti semacam logika bawah sadar.
B. Rumusan Masalah
1. Sebutkan apa saja unsur-unsur seni rupa
!
2. Jelaskan unsur-unsur seni rupa !
3. Sebutkan apa saja prinsip-prinsip seni
rupa !
4. Jelaskan prinsip-prinsip seni rupa !
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Unsur-unsur Seni Rupa
Unsur-unsur yang menjadi dasar karya seni rupa antara
lain adalah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap
terang.
1.
Titik
Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik
dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan
melahirkan garis, bentuk, atau bidang. Teknik lukisan yang menggunakan
kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan
Pointilisme.

Karya Georges Seurat
2.
Garis
Garis merupakan
deretan titik yang menyambung dengan kerapatan tertentu, atau dapat pula berupa
dua buah titik yang dihubungkan. Garis memiliki sifat memanjang dan memiliki
arah tertentu. Walaupun memiliki unsur ketebalan, namun sifat yang paling
menonjol adalah dimensi panjangnya.
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis
lurus, lengkung, panjang, pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak,
putus-putus, patah-patah, spiral dan Iain-Iain.
Kesan yang ditimbulkan dari macam-macam garis dapat
berbeda-beda, misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung
berkesan lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral
berkesan lentur.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan
menjadi:
a. Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
b. Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna atau ruang.
a. Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
b. Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna atau ruang.

Beberapa
jenis dan karakter garis
3.
Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi
suatu bentuk sehingga membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi.
Bidang mempunyai sisi panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.

4.
Bentuk
Bentuk dalam seni rupa tiga dimensi, bentuk dikelompokkan menjadi tiga
jenis sebagai berikut.
- Bentuk Figuratif, adalah bentuk yang meniru wujud yang berasal dari alam seperi manusia, hewan, tumbuhan dan benda.

Bentuk Abstraktif, adalah
bentuk figuratif yang digayakan atau diubah bentuknya (stilasi). Contohnya
wayang kulit/golek, topeng, dekorasi batik dan sebagainya.
Bentuk
Abstraktif Dua Dimensi Bentuk Abstraktif Tiga Dimensi
·
Bentuk Abstrak, adalah bentuk yang menyimpan dari wujud benda-benda
atau makhluk yang ada di alam. Di antaranya adalah bentuk geometris seperti
balok, tabung, piramid, kerucut dan bola. Jika melihat bentuk karya abstrak
kita belum tentu bisa mengenali bentuk dari benda atau makhluk apa yang
dimaksud oleh perupa. Karya abstrak memang merupakan hasil eksplorasi lebih
lanjut dari bentuk yang biasa kita lihat, sehingga nilai idenya lebih tinggi.


Lukisan Abstrak
Lukisan Abstrak
5.
Ruang
Ruang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Ruang
dalam bentuk nyata, misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada patung. Ruang
dalam bentuk khayalan (ilusi), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah
lukisan.

Ruang dalam bentuk nyata

Ruang dalam
bentuk ilusi
6.
Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata
disebut warna. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Warna
pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun, meliputi
warna merah, kuning, dan biru.
b. Warna sekunder merupakan campuran dari warna
primer.
Contoh:
merah + kuning : jingga
biru + kuning : hijau
merah + biru : ungu
c. Warna
tertier merupakan hasil campuran antara warna primer dan warna sekunder.
Contoh:
kuning + hijau : kuning
kehijau-hijauan
biru + ungu
: ungu kebiruan
jingga + merah : jingga kemerahan
Selain jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna
netral, yaitu warna putih dan hitam.
Ada dua cara dalam menyusun paduan warna,
yaitu secara analogus dan monokromatik.
- Analogus, penyusunan dengan cara meletakkan hasil perpaduan warna primer di antaranya.
- Monokromatik, penyusunan berdasarkan tingkat perpaduan dengan warna hitam dan putih.
Perbedaan
warna bisa berangsur-angsur atau gradasi, bisa juga mencolok atau kontras.
7.
Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan
bidang atau permukaan benda pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai
sifat permukaan yang berbeda. Tekstur dibedakan menjadi tekstur nyata dan
tekstur semu.Tekstur nyata adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan
rabaan. Sedangkan tekstur semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan
perabaan.

8.
Gelap Terang
Suatu objek bisa memiliki intensitas cahaya yang
berbeda pada setiap bagiannya. Demikian pula pada karya seni rupa. Seperti
lukisan pemandangan alam. Adanya perbedaan intensitas cahaya akan menimbulkan
kesan mendalam. Amati gambar di bawah ini.




B.
Prinsip-prinsip
Seni Rupa
Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi
suatu bentuk karya seni rupa, yaitu:
1.
Kesatuan
(unity)
Kesatuan
merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya
kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat
cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman
dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau
beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan
telah tercapai.

Kalau
misalnya kita melihat ada kapur tulis bekas yang berserakan akan merasa sebal
dan tidak menarik. Tetapi kalau kapur tulis tulis itu kita tata, kita satukan,
maka tampak lebih menarik. Demikian juga sebuah karya lukis yang sudah diolah
oleh penciptanya baik keselarasan unsur-unsurnya, keseimbangannya, maka lukisan
itu juga tampak lebih menarik dan ada kesatuannya. Jadi sebenarnya kesatuan itu
sendiri akan tampak jika ada keselarasan, keseimbangan, proporsi maupun ritme.
2.
Keselarasan
(harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang
berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan. Keselarasan
juga bisa ditimbulkan karena adanya kesatuan yang mengandung kekuatan. Dari
keselarasan inilah suatu karya seni akan tampak indah, karena hubungan
unsur-unsurnya yang selaras, maka enak dirasakan atau indah dipandang. Rasa
yang ditimbulkan karena kombinasi unsur-unsur yang selaras itu antara lain;
rasa senang, tenang, gembira, sedih, haru dan sebagainya.

3.
Irama
(rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur
secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa
yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna.
Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis,
sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan
jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.

Ada
tiga kemungkinan terciptanya irama.
a.
Karena pengulangan garis, bentuk atau bidang
yang beraturan dengan jarak (interval) dan bentuk yang sama.
b.
Karena perbedaan ukuran atau bentuk yang
teratur dan berkelanjutan.
c.
Karena perbedaan jarak ruang antar bentuk atau
bidang yang selaras secara terus dan berkelanjutan dalam satu gerak arah yang
sama
Dalam
tiga kemungkinan, terciptanya irama tersebut akan memberikan kesan/perasaan
pada penikmat. Irama pertama memberikan kesan monoton atau statis, sedang irama
ke dua dan ke tiga memberikan kesan gerak bervariasi atau dinamis.
4.
Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan
bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya
membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan
kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh
letaknya.

5.
Keseimbangan
(balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu
susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada
tiap-tiap sisi susunan.

Ada
dua jenis keseimbangan, yaitu:
a.
Keseimbangan formal yaitu keseimbangan yang
diperoleh karena antara bagian-bagiannya selalu sama, misalnya sebelah kiri dan
kanan sama, sebelah atas dan bawah sama. Pusat perhatian biasanya diletakkan di
tengah, oleh karena itu keseimbangan ini biasanya disebut juga keseimbangan
simetris. Keseimbangan ini sifatnya statis.
b.
Keseimbangan non formal yaitu keseimbangan
yang diperoleh karena antara bagian-bagiannya tidak sama tetapi tetap seimbang.
Pusat perhatian letaknya tidak selalu di tengah, oleh karena itu sering disebut
keseimbangan asimetris. Keseimbangan ini lebih unik, menarik dan dapat
memberikan banyak variasi. Keseimbangan ini lebih bersifat dinamis.

6.
Emphasis
Di sebut
juga prinsip dominasi, atau pusat perhatian, atau klimak adalah upaya
penampilan pada bagaian tertentu dari karya Seni Rupa yang menarik perhatian
dengan cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna, atau unsur
lain, dan pengaturan arah unsur-unsur.
Emphasis
ini dapat dicapai dengan beberapa cara antara lain:
a. Pengelompokan
obyek-obyek tertentu
b. Penggunaan
warna yang paling menyolok atau dominan.
c. Penerapan
proporsi atau ukuran yang lebih besar atau lebih kecil diantara proporsi yang
lain serta memiliki pengaruh kuat.
d. Pemberian
bentuk yang berbeda dengan bentuk-bentuk yang lain.
e. Pengaturan
unsur-unsur seni dengan posisi atau letak lain daripada yang lain dalam karya
seni tersebut.
f. Pemberian
bahan dengan tekstur yang lain daripada yang lain sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada dasarnya
semua bentuk karya seni rupa mempergunakan unsur dan prinsip seni sesuai dengan
kategori atau kepentingan masing-masing.
B. Saran
Sebagai pendidik seni sebaiknya harus meningkatkan
dan melatih diri berkarya seni. Hal ini dapat menambah pengalaman tentang
uraian hasil karya seni yang berkaitan dengan unsur maupun prinsip seni itu
sendiri, yaitu :
1.
Pengalaman ini akan meningkatkan daya pemahaman atas
sadar dan bawah sadar kita terhadap apa yang disebut proses kreatif atau
penciptaan.
2.
Meningkatkan kepekaan bahasa komunikasi tentang seni
dan tentang perasaan-perasaan kita terhadap seni.
DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar