Selasa, 05 November 2013

Unsur dan Prinsip Seni


KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan taufik dan hidayah-Nya jualah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul UNSUR DAN PRINSIP SENI”, tidak lupa shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga,sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Dengan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Dra. Hj. Ike Hananik, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Landasan Pendidikan
2.      Teman-teman yang terlibat dalam pembuatan Makalah ini.

Dan kami menyadari dalam penyusunan dan pengetikan makalah ini mungkin banyak kekeliruan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman  agar makalah ini bisa menjadi lebih baik. Semoga makalh ini bermanfaat bagi kita semua.Amin.


                                                                  Banjarbaru,        Pebruari  2013
                                                                                                           
                                   
Penyusun Kelompok 5


DAFTAR ISI
                                                                                                                    Halaman
Kata Pengantar..................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................. ii
Bab I Pendahuluan............................................................................................. 1
A.    Latar Belakang................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.............................................................................. 1
1.      Sebutkan apa saja unsur-unsur seni rupa....................................... 1
2.      Jelaskan unsur-unsur seni rupa...................................................... 1
3.      Sebutkan apa saja prinsip-prinsip seni rupa................................... 1
4.      Jelaskan prinsip-prinsip seni rupa.................................................. 1
Bab II Pembahasan............................................................................................ 2
A.    Unsur-unsur Seni Rupa...................................................................... 2
1. Titik................................................................................................. 2
2. Garis................................................................................................ 2
3. Bidang............................................................................................ 3
4. Bentuk............................................................................................ 4
5. Ruang.............................................................................................. 5
6. Warna.............................................................................................. 6
7. Tekstur............................................................................................ 8
8. Gelap Terang................................................................................... 9
B.     Prinsip-prinsip Seni Rupa.................................................................. 10
1. Kesatuan (unity)........................................................................... 10
2. Keselarasan (harmony).................................................................. 11
3. Irama (ritm)................................................................................... 11
4. Proporsi......................................................................................... 12
5. Keseimbangan (balance)............................................................... 13
6. Emphasis....................................................................................... 14
Bab III Penutup............................................................................................... 16
A.    Kesimpulan...................................................................................... 16
B.     Saran................................................................................................ 16
Daftar Pustaka.................................................................................................. 17


BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pada umumnya suatu karya seni rupa merupakan hasil dari suatu pengaturan/penyusunan yang dibuat secara sadar atau disengaja. Yang disusun adalah unsur-unsur seni, sedang untuk mengatur unsur-unsur seni tersebut diperlukan pertimbangan-pertimbangan prinsip seni. Prinsip-prinsip seni ini nanti akan mewujudkan efek-efek nilai artistik dari yang sudah direncanakan, baik yang bertujuan intelektual, emosional maupun kombinasi keduanya atau disebut intuisi.
Meyers (dalam Handrawati, 1976) mengatakan bahwa seniman besar secara umum mempergunakan prinsip-prinsip seni ini secara otomatis tanpa memikirkan apa yang sebenarnya sedang ia perbuat. Konsep atau pola perencanaannya telah sedemikian meresap ke dalam hakiki dirinya (fisik dan mental) sehingga tangannya bergerak otomatis mengikuti semacam logika bawah sadar.


B.     Rumusan Masalah
1.      Sebutkan apa saja unsur-unsur seni rupa !
2.      Jelaskan unsur-unsur seni rupa !
3.      Sebutkan apa saja prinsip-prinsip seni rupa !
4.      Jelaskan prinsip-prinsip seni rupa !



BAB II
PEMBAHASAN
A.       Unsur-unsur Seni Rupa
Unsur-unsur yang menjadi dasar karya seni rupa antara lain adalah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.
1.         Titik
Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\737px-seurat-jatte.jpg






Karya Georges Seurat
2.         Garis
Garis merupakan deretan titik yang menyambung dengan kerapatan tertentu, atau dapat pula berupa dua buah titik yang dihubungkan. Garis memiliki sifat memanjang dan memiliki arah tertentu. Walaupun memiliki unsur ketebalan, namun sifat yang paling menonjol adalah dimensi panjangnya.
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang, pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral dan Iain-Iain.
Kesan yang ditimbulkan dari macam-macam garis dapat berbeda-beda, misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral berkesan lentur.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi:
a.    Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
b.    Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna atau ruang.
Description: garis




Beberapa jenis dan karakter garis

3.         Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\bidang-datar.jpg










4.         Bentuk
  Bentuk dalam seni rupa tiga dimensi, bentuk dikelompokkan menjadi tiga jenis sebagai berikut.
  • Bentuk Figuratif, adalah bentuk yang meniru wujud yang berasal dari alam seperi manusia, hewan, tumbuhan dan benda.
  • Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\batik-motif-mega-mendung-khas-cirebonan3-261x300.jpgDescription: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\22942384_1.jpgBentuk Abstraktif, adalah bentuk figuratif yang digayakan atau diubah bentuknya (stilasi). Contohnya wayang kulit/golek, topeng, dekorasi batik dan sebagainya.

Bentuk Abstraktif Dua Dimensi                     Bentuk Abstraktif Tiga Dimensi
·        Bentuk Abstrak, adalah bentuk yang menyimpan dari wujud benda-benda atau makhluk yang ada di alam. Di antaranya adalah bentuk geometris seperti balok, tabung, piramid, kerucut dan bola. Jika melihat bentuk karya abstrak kita belum tentu bisa mengenali bentuk dari benda atau makhluk apa yang dimaksud oleh perupa. Karya abstrak memang merupakan hasil eksplorasi lebih lanjut dari bentuk yang biasa kita lihat, sehingga nilai idenya lebih tinggi.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\DSC00776.JPGDescription: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\473725_ab-002.jpg







Lukisan Abstrak

Lukisan Abstrak
5.          Ruang
Ruang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Ruang dalam bentuk nyata, misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada patung. Ruang dalam bentuk khayalan (ilusi), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.

Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\ruangtamu2.jpg









Ruang dalam bentuk nyata

Description: ruangDescription: ruang2Ruang dalam bentuk ilusi

6.         Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Warna pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun, meliputi warna merah, kuning, dan biru.
b. Warna sekunder merupakan campuran dari warna primer.
Contoh:
merah + kuning : jingga
biru + kuning     : hijau
merah + biru      : ungu
c. Warna tertier merupakan hasil campuran antara warna primer dan warna sekunder.
Contoh:
kuning + hijau    : kuning kehijau-hijauan
biru + ungu        : ungu kebiruan
jingga + merah   : jingga kemerahan
Selain jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna netral, yaitu warna putih dan hitam.
  Ada dua cara dalam menyusun paduan warna, yaitu secara analogus dan monokromatik.
  • Analogus, penyusunan dengan cara meletakkan hasil perpaduan warna primer di antaranya.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\07238f01a1.jpg
Warna Analogus
  • Monokromatik, penyusunan berdasarkan tingkat perpaduan dengan warna hitam dan putih.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\58558_443133666251_733141251_4964356_5790022_n.jpg
Warna Monokromatik
Perbedaan warna bisa berangsur-angsur atau gradasi, bisa juga mencolok atau kontras.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\unsur-dasar-seni-rupa_files\Colouring_pencils-wiki.jpg
Gradasi Warna
7.         Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang berbeda. Tekstur dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu.Tekstur nyata adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan tekstur semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.


Description: tekstur




8.         Gelap Terang
Suatu objek bisa memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagiannya. Demikian pula pada karya seni rupa. Seperti lukisan pemandangan alam. Adanya perbedaan intensitas cahaya akan menimbulkan kesan mendalam. Amati gambar di bawah ini.

Description: gelap terang2Description: gelap terang







Description: ruang5Description: bola
















B.       Prinsip-prinsip Seni Rupa
Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni rupa, yaitu:

1.         Kesatuan (unity)
Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\prinsip-prinsip-seni-rupa_files\KomposisiBidang.jpg












Kalau misalnya kita melihat ada kapur tulis bekas yang berserakan akan merasa sebal dan tidak menarik. Tetapi kalau kapur tulis tulis itu kita tata, kita satukan, maka tampak lebih menarik. Demikian juga sebuah karya lukis yang sudah diolah oleh penciptanya baik keselarasan unsur-unsurnya, keseimbangannya, maka lukisan itu juga tampak lebih menarik dan ada kesatuannya. Jadi sebenarnya kesatuan itu sendiri akan tampak jika ada keselarasan, keseimbangan, proporsi maupun ritme.

2.         Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan. Keselarasan juga bisa ditimbulkan karena adanya kesatuan yang mengandung kekuatan. Dari keselarasan inilah suatu karya seni akan tampak indah, karena hubungan unsur-unsurnya yang selaras, maka enak dirasakan atau indah dipandang. Rasa yang ditimbulkan karena kombinasi unsur-unsur yang selaras itu antara lain; rasa senang, tenang, gembira, sedih, haru dan sebagainya.

Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\prinsip-prinsip-seni-rupa_files\salvador2.jpg











3.        Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.

Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\prinsip-prinsip-seni-rupa_files\Simbang2.jpg










Ada tiga kemungkinan terciptanya irama.
a.      Karena pengulangan garis, bentuk atau bidang yang beraturan dengan jarak (interval) dan bentuk yang sama.
b.      Karena perbedaan ukuran atau bentuk yang teratur dan berkelanjutan.
c.       Karena perbedaan jarak ruang antar bentuk atau bidang yang selaras secara terus dan berkelanjutan dalam satu gerak arah yang sama

Dalam tiga kemungkinan, terciptanya irama tersebut akan memberikan kesan/perasaan pada penikmat. Irama pertama memberikan kesan monoton atau statis, sedang irama ke dua dan ke tiga memberikan kesan gerak bervariasi atau dinamis.
  
4.         Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.

Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\prinsip-prinsip-seni-rupa_files\Realisseimbang.jpg










5.        Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\prinsip-prinsip-seni-rupa_files\Lukisan_002.jpg












Ada dua jenis keseimbangan, yaitu:
a.      Keseimbangan formal yaitu keseimbangan yang diperoleh karena antara bagian-bagiannya selalu sama, misalnya sebelah kiri dan kanan sama, sebelah atas dan bawah sama. Pusat perhatian biasanya diletakkan di tengah, oleh karena itu keseimbangan ini biasanya disebut juga keseimbangan simetris. Keseimbangan ini sifatnya statis.
b.      Keseimbangan non formal yaitu keseimbangan yang diperoleh karena antara bagian-bagiannya tidak sama tetapi tetap seimbang. Pusat perhatian letaknya tidak selalu di tengah, oleh karena itu sering disebut keseimbangan asimetris. Keseimbangan ini lebih unik, menarik dan dapat memberikan banyak variasi. Keseimbangan ini lebih bersifat dinamis.
Description: D:\P G S D\Semester 4\KUMPULAN TUGAS\Tugas Ibu Ike\prinsip-prinsip-seni-rupa_files\Lukisan.JPG
6.        Emphasis
Di sebut juga prinsip dominasi, atau pusat perhatian, atau klimak adalah upaya penampilan pada bagaian tertentu dari karya Seni Rupa yang menarik perhatian dengan cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna, atau unsur lain, dan pengaturan arah unsur-unsur.














Emphasis ini dapat dicapai dengan beberapa cara antara lain:
a.       Pengelompokan obyek-obyek tertentu
b.      Penggunaan warna yang paling menyolok atau dominan.
c.       Penerapan proporsi atau ukuran yang lebih besar atau lebih kecil diantara proporsi yang lain serta memiliki pengaruh kuat.
d.      Pemberian bentuk yang berbeda dengan bentuk-bentuk yang lain.
e.       Pengaturan unsur-unsur seni dengan posisi atau letak lain daripada yang lain dalam karya seni tersebut.
f.       Pemberian bahan dengan tekstur yang lain daripada yang lain sebagainya.









                                                                    









BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Pada dasarnya semua bentuk karya seni rupa mempergunakan unsur dan prinsip seni sesuai dengan kategori atau kepentingan masing-masing.


B.       Saran
Sebagai pendidik seni sebaiknya harus meningkatkan dan melatih diri berkarya seni. Hal ini dapat menambah pengalaman tentang uraian hasil karya seni yang berkaitan dengan unsur maupun prinsip seni itu sendiri, yaitu :
1.      Pengalaman ini akan meningkatkan daya pemahaman atas sadar dan bawah sadar kita terhadap apa yang disebut proses kreatif atau penciptaan.
2.      Meningkatkan kepekaan bahasa komunikasi tentang seni dan tentang perasaan-perasaan kita terhadap seni.











DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:

Posting Komentar